SEMARANG — Ratusan pedagang kaki lima yang biasa mangkal di dalam Lapangan Pancasila Simpang Lima dan titik sekitarnya bakal pindah lokasi sementara selama perhelatan MTQ Nasional XXXI 2026. Kebijakan ini diambil Pemerintah Kota Semarang untuk mengatur kepadatan kawasan yang diprediksi didatangi ribuan pengunjung.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Dasilva, menegaskan pengalihan ini bukan bentuk pelarangan aktivitas jualan. Para pedagang justru disiapkan tempat baru agar tetap bisa mengais rezeki.
“Jadi bukan kita liburkan dan bukan melarang berjualan. Mereka dialihkan sementara karena selama pelaksanaan kegiatan ini kawasan Simpang Lima akan sangat ramai,” kata Amoy, sapaan akrabnya, Rabu, 29 Agustus 2026.
Ke Mana Saja PKL Simpang Lima Dialihkan?
Pemkot Semarang menyiapkan empat titik alternatif bagi pedagang yang terdampak. Lokasi tersebut tersebar di Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Gajah Mada, Jalan Ahmad Yani, serta area depan dan belakang shelter Citraland (CL).
“Intinya, kami tidak hanya mengatakan mereka tidak boleh berjualan. Kami akan bantu mencari lokasi lain yang dirasa aman dan nyaman untuk berjualan,” ujar Amoy.
Pengalihan ini menyasar pedagang yang biasa berjualan di dalam lapangan dan sebagian di luar, termasuk mereka yang menggunakan becak dan sepeda. Sementara itu, PKL yang menempati shelter resmi tidak termasuk dalam kebijakan ini.
Mengapa PKL Harus Pindah Selama MTQ Nasional?
Kawasan Simpang Lima akan menjadi pusat kegiatan MTQ dengan kehadiran vendor, tamu, serta peserta dari berbagai daerah. Jika seluruh PKL tetap berjualan di lokasi yang sama, kepadatan kawasan dikhawatirkan memicu masalah ketertiban dan keamanan.
“Kalau vendor sudah banyak, tamu datang dalam jumlah besar, kemudian PKL tetap berada di lokasi yang sama, kawasan bisa terlalu padat. Kami ingin pemasaran tetap berjalan dan sekaligus menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelas Amoy.
Sudah Ada Kesepakatan dengan Pedagang?
Keputusan ini tidak diambil sepihak. Dinas Perdagangan menggelar pertemuan hingga tiga kali dengan perwakilan PKL, dan forum terakhir dipimpin langsung oleh Amoy. Sekitar 30 perwakilan pedagang hadir untuk mendengar penjelasan teknis pengaturan aktivitas selama MTQ berlangsung.
“Pertemuan hari ini merupakan pertemuan ketiga dan saya pimpin langsung. Tidak ada permasalahan dengan pedagang. Kami mengundang perwakilan dari dalam kawasan maupun pedagang di luar (Simpang Lima) agar mereka bisa mendengar penjelasan secara langsung,” tuturnya.
Amoy juga meredam kekhawatiran pedagang yang sempat mengira mereka akan diliburkan hingga satu bulan. Ia menegaskan pengalihan hanya berlaku dua pekan, terhitung 7–20 September 2026.
“Ada yang mengira mereka akan diliburkan sampai satu bulan. Padahal tidak. Mereka hanya dialihkan sementara,” tegasnya.
Apa Langkah Pemkot Selanjutnya?
Dinas Perdagangan akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk memastikan aktivitas PKL di lokasi alternatif tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Pedagang yang membutuhkan penyesuaian lokasi juga diminta berkoordinasi langsung dengan dinas terkait.
“Prinsipnya, selama mereka berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, kami akan berusaha mencarikan solusi. Kami juga akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan,” pungkas Amoy.