SEMARANG — BYD M6 DM hadir sebagai solusi bagi keluarga di Jawa Tengah yang masih gamang memilih antara mobil listrik murni dan mobil konvensional. Teknologi Dual Mode (DM) yang diusung memungkinkan kendaraan ini beroperasi dengan tenaga listrik untuk aktivitas harian, lalu beralih ke mesin bensin 1.5 liter saat dibutuhkan untuk perjalanan luar kota.
Keunggulan tersebut dirangkum BYD dalam konsep GASS: Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit. Keempat karakter ini menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang ingin merasakan pengalaman berkendara elektrifikasi tanpa kehilangan fleksibilitas.
EV Range 100 Km, Total Jarak Tempuh Lebih dari 1.200 Km
Daya listrik murni atau EV range M6 DM mencapai 100 kilometer, cukup untuk kebutuhan harian seperti antar-jemput anak sekolah atau mobilitas dalam kota. Ketika daya listrik dikombinasikan dengan mesin bensin, jarak tempuh totalnya diklaim menembus lebih dari 1.200 kilometer.
Artinya, pengemudi tidak perlu cemas mencari stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) saat bepergian ke kota lain. Mesin bensin siap mengambil alih kapan pun diperlukan.
Kabin Senyap dan Akselerasi Responsif untuk Kenyamanan Keluarga
Saat memanfaatkan tenaga listrik, suara kendaraan menjadi sangat minim. Kabin yang tenang ini menjadi nilai jual utama BYD HAKA Semarang, terutama untuk perjalanan jauh bersama anak-anak.
Akselerasi yang responsif juga menjadi andalan. Meski berkarakter MPV yang nyaman, sistem penggerak listrik memberikan respons gas yang cepat dan halus, baik untuk berkendara di perkotaan yang padat maupun saat dibutuhkan akselerasi di jalan tol.
Harga BYD M6 DM di Jateng-DIY Mulai Rp 318,5 Juta
BYD HAKA Semarang memasarkan M6 DM dalam lima varian dengan rentang harga Rp 318,5 juta hingga Rp 410,5 juta untuk on the road (OTR) Jawa Tengah dan DIY. Varian Classic Standard menjadi pilihan termurah di angka Rp 318,5 juta, disusul Classic Dynamic Rp 338,5 juta.
Untuk kelas lebih tinggi, Cross Advanced dibanderol Rp 380,5 juta, Cross Superior 7 Seat Rp 400,5 juta, dan Cross Superior Captain Seat Rp 410,5 juta. Varian Captain Seat menggunakan konfigurasi dua kursi di baris kedua yang lebih lega, sementara Cross Superior menawarkan kapasitas tujuh penumpang.
Mengapa Teknologi Hybrid Menjadi Jembatan Elektrifikasi?
Branch Manager BYD HAKA AUTO Semarang, Fram Ishardono, menyebut teknologi DM membuat konsumen mendapatkan dua karakter kendaraan sekaligus. Pengalaman berkendara dengan tenaga listrik yang senyap dan responsif bisa dinikmati, tanpa harus bergantung penuh pada infrastruktur pengisian daya yang masih terbatas di sejumlah daerah.
“Kalau konsumen masih bingung memilih mobil listrik atau mobil bensin, M6 DM bisa menjadi jawabannya,” ujarnya. Perpaduan kedua sumber tenaga itu dinilai menjadi solusi paling praktis bagi keluarga yang kerap melakukan perjalanan antar kota di Jawa Tengah.
Efisiensi bahan bakar menjadi keuntungan tambahan. Untuk penggunaan harian, konsumen bisa mengandalkan listrik dan menekan konsumsi BBM. Ketika bepergian jauh, mesin bensin memastikan perjalanan tidak terganggu oleh keterbatasan fasilitas pengisian daya.