TEGAL — GOR Wisanggeni berubah menjadi lautan keceriaan Kamis pagi. Ribuan anak berkumpul dalam Gebyar Prasiaga Gembira 2026, sebuah agenda yang dirancang untuk menguatkan fondasi karakter anak usia dini di Kota Tegal.
Kehadiran Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono bersama sang istri yang juga Bunda PAUD, Gadis Sephi Febriana, serta Wakil Wali Kota menambah semarak acara yang dibuka dengan senam bersama itu.
Fase Emas yang Tidak Boleh Dilewatkan
Gadis Sephi menegaskan bahwa periode usia dini adalah fase emas pertumbuhan anak. Pada masa inilah rasa percaya diri, kemandirian, dan kemampuan bersosialisasi mulai terbentuk.
“Semua itu harus diberikan dengan cara menyenangkan. Anak-anak harus merasa sedang bermain, tetapi sesungguhnya mereka sedang belajar banyak hal. Inilah kekuatan pendidikan anak usia dini: belajar sambil bermain, bermain sambil belajar,” ujar Gadis dalam sambutannya.
Menurutnya, pendidikan PAUD tidak boleh terpaku pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung atau calistung semata. justru, PAUD harus menjadi ruang bagi anak untuk bebas berkreasi, melatih kerja sama, dan memupuk kedisiplinan sejak dini.
Prasiaga, Wadah Menanamkan Nilai Tanpa Paksaan
Gebyar Prasiaga Gembira bukan sekadar acara seremonial tahunan. Melalui wadah ini, anak-anak dikenalkan pada nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar dengan pendekatan yang ramah anak.
Gadis berharap kegiatan ini memberikan dampak nyata, bukan berhenti sebagai agenda seremonial belaka. Ia ingin nilai-nilai yang ditanamkan hari ini terus melekat dalam keseharian anak didik.
“Masa depan Kota Tegal ada di tangan kalian,” pesannya kepada ribuan peserta didik yang hadir.
Sinergi Semua Pihak Kunci Tumbuh Kembang Anak
Orang tua, satuan pendidikan, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran yang sama besarnya dalam menyiapkan lingkungan tumbuh kembang anak.
Untuk itu, Gadis mengimbau seluruh elemen saling bahu-membahu memfasilitasi ruang yang aman, ramah, dan sehat bagi anak-anak di Kota Tegal.
Ia juga berpesan kepada anak-anak agar senantiasa menghormati guru, menyayangi teman, dan berani mengejar cita-cita. Dukungan dari lingkungan sekitar menjadi kunci agar fase emas tumbuh kembang anak tidak terlewatkan begitu saja.