KEBUMEN — PT Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Gombong menyebut kesadaran masyarakat menabung emas terus meningkat, dengan rata-rata 200 nasabah baru setiap bulan. Hal ini disampaikan di tengah gencarnya edukasi literasi keuangan yang menyasar nasabah prioritas maupun masyarakat umum di Kabupaten Kebumen.
Branch Manager BSI KCP Gombong, Delfi Susanti, mengatakan kemampuan mengatur keuangan tidak selalu ditentukan oleh besarnya pendapatan. Justru, kunci utamanya ada pada bagaimana seseorang mengelola pengeluaran dari penghasilan yang dimiliki.
“Keuangan bukan seberapa besar pendapatan kita tapi bagaimana kita mengatur pengeluaran kita dari pendapatan yang kita punya,” kata Delfi dalam kegiatan Ngopi Emas (Ngobrol Pintar Investasi Emas) dan Literasi Keuangan Keluarga, Kamis (27/8/2026).
Emas untuk Biaya Kuliah Anak dan Persiapan Pensiun
Delfi menjelaskan, banyak masyarakat yang masih mengabaikan kenyamanan finansial di masa depan. Padahal, kebutuhan besar seperti biaya pendidikan anak dan masa pensiun membutuhkan persiapan sejak dini.
“Kalau anak-anak akan kuliah lima tahun kedepan harus kita siapkan dari sekarang,” ujarnya.
Dia mencontohkan, emas menjadi salah satu instrumen yang bisa mengamankan kondisi keuangan dalam beberapa tahun ke depan. Selain untuk dana pendidikan, investasi ini juga relevan untuk persiapan pelunasan biaya haji.
Dua Produk Andalan: Cicil Emas dan Tabungan Emas
Untuk mempermudah masyarakat memiliki emas, BSI menyediakan dua skema, yakni program cicil emas dan tabungan emas. Cicil emas memungkinkan pembelian dilakukan secara bertahap tanpa harus menyediakan dana besar di awal.
“Setiap hari selalu ada nasabah yang buka tabungan baru, dan rata-rata tiap bulan ada sekitar 200 nasabah buka tabungan emas,” ungkap Delfi.
Area Micro & Pawnung Manager Purwokerto, Nur Widyo Pranudito, menambahkan bahwa emas lebih cocok ditempatkan sebagai alat perencanaan keuangan jangka panjang. Bagi pegawai, instrumen ini bisa diarahkan untuk persiapan pensiun dan kebutuhan lain yang telah direncanakan.
“Materi yang diberikan terkait literasi keuangan keluarga melalui sarana investasi emas. Investasi emas ini sebetulnya untuk jangka panjang dan perencanaan keuangan jangka panjang,” jelas Nur Widyo.
Literasi Keuangan Tidak Hanya untuk Nasabah Prioritas
Kegiatan ini pada awalnya ditujukan bagi nasabah prioritas BSI. Namun, penyelenggara membuka kesempatan bagi nasabah umum yang antusias mengikuti edukasi agar pemahaman pengelolaan keuangan semakin meluas di masyarakat.
Delfi berharap literasi ini membantu masyarakat tidak hanya menjalankan kebutuhan operasional harian, tetapi juga memiliki rasa aman secara finansial untuk tahun-tahun mendatang.