JAWA TENGAH — Berdasarkan data perdagangan pagi ini, penguatan rupiah menandai pembalikan dari pelemahan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah sentimen pelaku pasar yang masih wait and see menjelang pengumuman survei kepercayaan konsumen Indonesia untuk Agustus yang dijadwalkan rilis siang nanti.
Mata Uang Asia Kompak Menguat, Ringgit Justru Tertekan
Penguatan rupiah tidak terjadi sendirian. Sebagian besar mata uang kawasan Asia tercatat menguat terhadap dolar AS, dipimpin peso Filipina yang naik 0,19 persen dan yen Jepang yang menguat 0,21 persen. Dolar Singapura dan won Korea Selatan juga mencatatkan penguatan masing-masing 0,03 persen dan 0,07 persen.
Di sisi lain, ringgit Malaysia justru terdepresiasi 0,19 persen dan dolar Hong Kong terkoreksi tipis 0,01 persen. Yuan China terpantau bergerak datar pada sesi pagi ini.
Kondisi berbeda terjadi di negara maju. Seluruh mata uang utama kompak menguat terhadap dolar AS, dengan euro Eropa naik 0,05 persen, poundsterling Inggris 0,03 persen, serta dolar Australia dan Kanada yang masing-masing menguat 0,07 persen dan 0,03 persen.
Konsolidasi Terbatas Sebelum Rilis Data Konsumen
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan pergerakan rupiah hari ini masih akan didominasi konsolidasi. Menurutnya, potensi penguatan lanjutan terbuka, tetapi terbatas di tengah sikap pelaku pasar yang menunggu data survei kepercayaan konsumen.
"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS. Investor wait and see menantikan survei kepercayaan konsumen Indonesia untuk bulan Agustus yang akan dirilis siang ini," ujar Lukman, Rabu (9/9).
Data survei tersebut akan menjadi indikator terbaru mengenai daya beli masyarakat dan prospek konsumsi domestik. Hasilnya berpotensi mempengaruhi arah pergerakan rupiah pada paruh kedua perdagangan.
Rentang Pergerakan yang Diprediksi Analis
Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.550 hingga Rp17.700 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. Level tersebut menjadi area support dan resistance terdekat yang perlu dicermati pelaku pasar.
Sepanjang tahun berjalan, tekanan terhadap rupiah masih cukup besar seiring kuatnya indeks dolar AS di pasar global. Namun, penguatan pagi ini memberikan sedikit ruang napas bagi mata uang Garuda setelah beberapa hari terakhir berada di bawah tekanan.
Investor dan pelaku usaha disarankan mencermati pergerakan kurs menjelang pengumuman data survei kepercayaan konsumen siang ini, karena potensi volatilitas dapat meningkat setelah rilis data tersebut.