JAWA TENGAH — PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) memulai tahun 2026 dengan kinerja keuangan yang impresif. Sepanjang Januari hingga Maret, bank digital ini membukukan laba bersih setelah pajak Rp375,6 miliar, naik signifikan dari Rp96,7 miliar pada kuartal I 2025. Pertumbuhan 288% secara tahunan (year-on-year/yoy) ini menjadi salah satu yang tertinggi di antara bank digital di Indonesia.
Ekspansi Kredit dan Likuiditas yang Sehat
Pertumbuhan laba SeaBank tidak lepas dari ekspansi penyaluran kredit yang tumbuh 40,83% yoy menjadi Rp34,80 triliun pada Maret 2026, dibandingkan Rp24,71 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Fokus utama penyaluran kredit tetap pada segmen ritel individual melalui produk direct lending dan kerja sama strategis dengan perusahaan multifinance serta mitra lending partner.
Meskipun agresif menyalurkan kredit, SeaBank berhasil menjaga kualitas aset tetap terjaga. Rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross tercatat di angka 1,56%, menunjukkan manajemen risiko yang terkendali di tengah pertumbuhan portofolio yang tinggi.
Dana Murah Dominasi, DPK Tumbuh 44,58%
Dari sisi pendanaan, SeaBank berhasil mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp39,1 triliun per Maret 2026, naik 44,58% dari Rp27 triliun di kuartal I 2025. Struktur pendanaan didominasi oleh dana murah (CASA) yang mencapai 69,10% dari total DPK. Ini menjadi indikator efisiensi biaya dana yang kuat dan menjadi keunggulan kompetitif bank digital.
Total aset SeaBank pun ikut melesat 33% yoy menjadi Rp49,7 triliun, ditopang oleh ekspansi kredit berkualitas dan penempatan likuiditas yang prudent pada instrumen aman. Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat solid di angka 21,88%, memberikan bantalan yang cukup untuk ekspansi bisnis ke depan.
Model Bisnis Bank Digital yang Terbukti Tangguh
Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley menyebut capaian ini sebagai bukti ketangguhan model bisnis bank digital. "Kami akan terus menjaga momentum ini dengan menghadirkan teknologi layanan keuangan, demi menciptakan akses yang lebih luas bagi setiap lapisan masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (21/5).
Ia menambahkan bahwa setiap angka dalam laporan keuangan merepresentasikan kepercayaan nasabah yang terus dijaga. "Kinerja SeaBank di awal 2026 adalah bukti nyata bahwa bank digital dapat tumbuh pesat sekaligus tetap pruden," pungkas Sasmaya.
Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi sektor perbankan digital di Indonesia yang terus bersaing merebut pangsa pasar ritel. Dengan fundamental yang kuat, SeaBank diproyeksikan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan sepanjang tahun ini.