BOYOLALI — Kesadaran mengelola sampah tidak hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga bisa menjadi peluang ekonomi bagi warga. Melalui program KKN, mahasiswa Undip memperkenalkan konsep Bank Sampah sebagai solusi pengelolaan sampah rumah tangga yang selama ini kerap tercampur dan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dalam sosialisasi yang digelar di Dusun Repaking, Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten Boyolali, warga mendapatkan materi tentang jenis-jenis sampah, mulai dari organik, anorganik, residu, hingga bahan berbahaya dan beracun (B3). Pemahaman ini menjadi dasar penting agar pemilahan dapat dilakukan secara tepat sejak dari sumbernya.
Konsep Gomi Bunbetsu, Souji, dan Mottainai ala Jepang
Mahasiswa KKN menggunakan media infografis untuk menyampaikan materi secara sederhana dan menarik. Salah satu materi yang diperkenalkan adalah tiga kebiasaan masyarakat Jepang dalam menjaga kebersihan lingkungan, yakni gomi bunbetsu, souji, dan mottainai.
Gomi bunbetsu merupakan kebiasaan memilah sampah berdasarkan jenisnya. Souji berkaitan dengan kedisiplinan menjaga kebersihan, sedangkan mottainai menggambarkan sikap tidak menyia-nyiakan sesuatu yang masih dapat digunakan. Ketiga konsep ini diperkenalkan sebagai contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari.
Mekanisme Setor Sampah ke Bank Sampah
Warga juga diberikan panduan praktis dalam melakukan pemilahan. Sampah seperti botol dan kaleng yang akan dikumpulkan disarankan untuk dibersihkan dan dikeringkan terlebih dahulu sebelum disimpan bersama sampah sejenis. Setelah terkumpul, sampah tersebut dapat disetorkan ke Bank Sampah untuk ditimbang dan dicatat.
Dengan mekanisme tersebut, sampah rumah tangga yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat menjadi sumber tambahan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Keberadaan Bank Sampah juga dinilai memiliki manfaat lebih luas, tidak hanya dari sisi lingkungan tetapi juga ekonomi, sosial, dan pendidikan.
Dukungan terhadap Target SDGs
Program edukasi ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta tujuan ke-12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Mahasiswa KKN berharap kebiasaan memilah sampah dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan rumah tangga.
Dari memilah, mengumpulkan, hingga menyetorkan sampah ke Bank Sampah, langkah sederhana ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan Dusun Repaking yang lebih bersih sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Edukasi yang dikemas secara visual dan mudah dipahami ini diharapkan mampu mengoptimalkan pengelolaan Bank Sampah di dusun tersebut.