PATI — Joni Kurnianto mengapresiasi inisiatif Kejaksaan Negeri Pati yang menyelenggarakan Adhyaksa Cup 2026. Menurutnya, turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah pembinaan usia dini yang selama ini dinanti para pegiat sepak bola di Pati.
"Anak-anak ini butuh sekali turnamen seperti ini. Saya berterima kasih kepada Kejaksaan Negeri Pati yang telah menyelenggarakan turnamen ini. Semoga ini bisa menjadi titik balik kebangkitan sepak bola Pati," ujarnya, Senin (24/8/2026).
Pembinaan Usia Dini hingga Profesional Butuh Wadah Rutin
Joni menjelaskan, pembinaan pesepak bola muda tidak bisa dilakukan secara instan. Perlu ada kompetisi berjenjang yang menjadi ajang evaluasi kemampuan atlet, mulai dari kelompok umur U10, U12, hingga level profesional.
Tanpa turnamen rutin, potensi pemain lokal sulit terukur dan berkembang. Padahal, Pati memiliki banyak bakat muda yang layak bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Pemkab dan DPRD Siap Dukung Lewat Anggaran
Dukungan politik ini akan ditindaklanjuti melalui mekanisme penganggaran. Joni menyebut, Pemkab Pati bersama DPRD siap mengalokasikan dana untuk mendukung penyelenggaraan turnamen dan program pembinaan atlet secara berkelanjutan.
"U10 dan U12 sampai profesional itu memang ada naungannya. Pemkab dan DPRD bisa kita anggarkan untuk turnamen seperti ini untuk mendukung prestasi sepak bola," tegasnya.
Sinergi Kejaksaan dan Pemda untuk Prestasi Olahraga
Langkah ini menjadi contoh sinergi antarinstansi dalam memajukan olahraga daerah. Kejaksaan Negeri Pati tidak hanya bekerja di bidang hukum, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia melalui sepak bola.
Dengan adanya kepastian dukungan anggaran dari DPRD, gelaran Adhyaksa Cup 2026 diharapkan berjalan lancar dan menjadi agenda tahunan yang dinanti. Dukungan ini juga menjadi sinyal positif bagi klub-klub lokal untuk serius menyiapkan tim terbaiknya.