KARANGANYAR — Sedikitnya 1.500 pohon telah ditanam melalui gerakan Jogo Kali Merawat Bumi di 12 kecamatan di Kabupaten Karanganyar sejak April 2026. Namun Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Sumanto menegaskan, pekerjaan relawan tidak berakhir pada saat bibit masuk ke tanah.
Dalam rapat koordinasi yang digelar di Pendapa Madyosumarto, Desa Suruh, Karanganyar, Sumanto meminta para relawan memastikan tanaman yang sudah ditanam tetap hidup dan tumbuh. Ia mengingatkan agar pohon dipantau secara rutin, bukan ditinggalkan begitu saja setelah acara selesai.
Jangan Berhenti Setelah Penanaman
Sumanto menyoroti kebiasaan di lapangan yang kerap berhenti pada seremoni. Ia ingin pola itu diubah.
"Relawan iki tugase bar nandur ora trus ditinggal lungo. Yo ditiliki barang uwite, iseh urip ora, ono pora, ojo-ojone malah dibabati. Biasane cuman seremoni penanaman thok, bar kui mati, yakin aku. Nah, tugas relawan kui ngopeni, ngrumat," ujarnya.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa perawatan merupakan bagian utama dari tugas sukarelawan. Tanpa pemeliharaan, ribuan bibit yang ditanam berisiko mati sebelum berfungsi menyerap air.
Menjaga Sumber Air di Lereng Lawu hingga Perbatasan Solo
Gerakan Jogo Kali Merawat Bumi menyasar wilayah yang membentang dari kawasan rendah Gondangrejo yang berbatasan dengan Sragen dan Solo, hingga lereng Gunung Lawu di Jenawi, Tawangmangu, dan Jatiyoso.
Pohon yang ditanam difungsikan sebagai penyimpan air di sekitar sungai. Selain penanaman, gerakan ini juga diisi penebaran benih ikan di sejumlah titik.
Sumanto menambahkan, kegiatan ini bukan seremonial belaka. Ia mengajak para relawan meluruskan kembali niat, bahwa gerakan tersebut adalah upaya menjaga kelestarian alam dan sumber air untuk generasi mendatang.
Apa yang Dilakukan Relawan Setelah Ini?
Pesan Sumanto mengindikasikan adanya evaluasi terhadap keberlanjutan program. Para relawan diminta menyiapkan jadwal pemantauan berkala terhadap kondisi pohon, termasuk mengganti bibit yang mati.
Pohon yang tumbuh di kawasan resapan akan menentukan kapasitas penyimpanan air saat musim hujan tiba. Karena itu, langkah perawatan menjadi penentu keberhasilan program jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lanjutan mengenai jadwal monitoring berikutnya dari pengurus Jogo Kali Karanganyar.