Pencarian

Jembatan Wulung Randublatung Blora Dipenuhi Sampah Rumah Tangga, Warga Sebut Sudah Darurat Sampah

Kamis, 27 Agustus 2026 • 01:15:01 WIB
Jembatan Wulung Randublatung Blora Dipenuhi Sampah Rumah Tangga, Warga Sebut Sudah Darurat Sampah
Tumpukan sampah rumah tangga terlihat memenuhi bahu dan sayap Jembatan Wulung, Randublatung, Blora.

BLORA — Pemandangan memprihatinkan terlihat di Jembatan Wulung, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Sampah rumah tangga berserakan di bahu dan sayap jembatan hingga bagian kolong, didominasi sisa-sisa buangan warga yang dibuang secara sembarangan. Bau tidak sedap dari tumpukan sampah itu pun tercium hingga ke badan jalan dan mengganggu kenyamanan pengendara yang melintas.

Kondisi ini bukan persoalan baru. Seorang warga setempat, Raditya, mengungkapkan bahwa persoalan sampah di Randublatung sudah sangat parah dan menyebar di banyak titik.

Warga: Darurat Sampah Sudah Meluas, Bukan Hanya di Jembatan Wulung

Raditya mengatakan, tumpukan sampah tidak hanya ditemukan di Jembatan Wulung. Jalan menuju Blora, arah Getas, hingga jalan menuju Doplang juga dipenuhi sampah serupa. Ia menilai kebiasaan buruk ini menunjukkan kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masih rendah.

“Randublatung memang sudah termasuk darurat sampah. Mulai dari jalan Blora, jembatan Wulung, jalan arah Getas, arah ke Doplang semua penuh dengan sampah,” ujarnya.

Menurut Raditya, warga yang membuang sampah di lokasi tersebut tidak memikirkan dampak negatif yang ditimbulkan. Tumpukan kotoran yang dibiarkan akan mengundang lalat dan menjadi sarang penyakit yang bisa menyerang masyarakat sekitar.

“Mereka tidak pernah memikirkan dampak negatif dari sampah yang dibuang sembarangan. Banyaknya kotoran akan mengundang banyak lalat dan penyakit yang bisa menyerang masyarakat sekitar,” tandasnya.

Poster Larangan Tak Digubris, Bau Menyengat Ganggu Pengguna Jalan

Ia menambahkan, bau tidak sedap dari tumpukan sampah itu berpotensi besar mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi. Ironisnya, upaya pencegahan sebenarnya sudah dilakukan, namun tidak diindahkan warga.

“Padahal di beberapa titik sudah kita pasang poster larangan membuang sampah tapi mereka tetap nekat. Jujur kami sangat perhatian dengan kondisi ini,” imbuhnya.

Kades Pilang Ingatkan Warga Manfaatkan TPS yang Tersedia

Kepala Desa Pilang, Kecamatan Randublatung, Suyatno, menyayangkan masih adanya warga yang membuang sampah di area jembatan dan sungai. Padahal, pemerintah desa telah menyediakan tempat pembuangan sementara (TPS) di Jalan Blora yang bisa dimanfaatkan warga.

Menurut Suyatno, keberadaan TPS tersebut seharusnya menjadi pilihan utama warga untuk membuang sampah, bukan malah mengotori sungai maupun lingkungan sekitar jembatan. Ia pun mengimbau warganya untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.

“TPS sudah ada. Apa susahnya membuang sampah ke sana. Kenapa harus mengotori sungai dan jembatan,” ucapnya.

“Kami mengimbau agar warga kami bisa ikut menjaga kebersihan dan tidak ikut-ikutan membuang sampah di sungai dan jembatan. Mari kita jaga bersama,” imbuhnya.

Suyatno berharap kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan bisa meningkat. Pasalnya, selain merusak pemandangan dan mencemari lingkungan, kebiasaan tersebut juga berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat secara luas.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lingkartv.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks