PEMALANG — Tumpukan gunungan kemeja di Lapangan Desa Sukorejo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, menjadi pusat perhatian ratusan warga yang saling berebut, Minggu (6/9/2026). Festival bertajuk Grebeg 1000 Kemeja itu berlangsung meriah sejak pagi hingga sore hari.
Ketua panitia pelaksana, Cismanto, mengatakan festival yang telah berjalan tiga tahun ini menjadi yang paling meriah dibanding edisi sebelumnya. Total 2.500 kemeja gratis yang terkumpul dari sumbangan warga habis diperebutkan dalam hitungan menit.
Simbol Kebanggaan Desa Sentra Konveksi
Festival ini bukan sekadar pesta rakyat. Bagi warga Sukorejo, grebeg kemeja adalah penegasan identitas desa yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi kemeja di Pantura Jawa Tengah.
“Tujuannya untuk memperkenalkan bahwa di Desa Sukorejo adalah sentra produk kemeja. Harapannya ada perhatian lebih dari pemerintah agar bertambahnya lapangan pekerjaan untuk yang menganggur,” jelas Cismanto kepada Joglo Jateng, Senin (7/9/2026).
Apresiasi dari Sekda Pemalang
Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, yang diwakilkan Sekretaris Daerah (Sekda) Bagus Sutopo, menyaksikan langsung kemeriahan festival yang digagas pemerintah desa tersebut. Bagus menilai acara berskala desa ini mampu menarik perhatian publik luas.
“Walaupun festival ini hanya lingkup desa, namun suasananya sangat meriah sekali. Ke depan perlu evaluasi agar tahun depan kegiatan serupa bisa lebih meriah lagi,” ujarnya di sela-sela acara.
Bagus menyoroti potensi besar Desa Sukorejo di bidang konveksi. Ia mengutip filosofi Jawa, Ajining diri ono ing lathi, ajining rogo ono ing busono, yang bermakna harga diri seseorang terletak pada ucapannya, sedangkan kehormatan raga terletak pada pakaian. Menurut dia, masyarakat Sukorejo telah membuktikan diri sebagai komunitas yang peduli pada penampilan dan usaha di bidang busana.
Rangkaian Acara dan UMKM Lokal
Grebeg 1000 Kemeja menjadi puncak dari serangkaian acara yang sudah disiapkan sejak pagi. Sebelumnya, panitia menggelar lomba mewarnai tingkat TK dan PAUD se-Kecamatan Ulujami serta pengajian malam.
Pengunjung yang datang juga dimanjakan dengan sajian produk UMKM lokal, hiburan musik, dan pertunjukan seni tari. Ratusan stan kuliner serta kerajinan turut memeriahkan acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari.
Festival ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi desa sekaligus membuka mata pemerintah daerah akan besarnya potensi industri kemeja di Sukorejo yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian warga setempat.