Pencarian

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Latih Ibu-Ibu PKK Mangunanlor Demak Olah Sampah Dapur Jadi Eco Enzyme

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 14:33:01 WIB
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Latih Ibu-Ibu PKK Mangunanlor Demak Olah Sampah Dapur Jadi Eco Enzyme
Ibu-ibu PKK Desa Mangunanlor mengikuti praktik pembuatan eco enzyme dari sampah dapur dalam pelatihan yang digelar mahasiswa KKN UIN Walisongo di Balai Desa Mangunanlor, Demak, Jumat (7/8/2026).

DEMAK — Sampah dapur seperti kulit buah dan sisa sayuran yang selama ini berakhir di tempat pembuangan, kini disulap menjadi cairan bermanfaat oleh warga Desa Mangunanlor. Pelatihan pengolahan limbah organik menjadi eco enzyme ini digelar di Balai Desa Mangunanlor pada Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Angkatan 22 Posko 144 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dengan kader Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat.

Limbah Dapur Fermentasi Tiga Bulan Jadi Cairan Multiguna

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa eco enzyme adalah cairan hasil fermentasi sampah organik yang dicampur gula merah atau molase serta air.

Ketiga bahan tersebut dicampur dengan perbandingan 1:3:10, lalu difermentasikan dalam wadah tertutup selama kurang lebih tiga bulan. Setelah proses itu selesai, cairan eco enzyme siap digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga.

Manfaat Eco Enzyme: Pembersih Lantai Hingga Pupuk Tanaman

Mahasiswa KKN memaparkan sejumlah manfaat cairan eco enzyme, antara lain sebagai pembersih serbaguna setelah diencerkan dan pupuk cair organik untuk tanaman.

Cairan ini juga dinilai mampu mengurangi bau tidak sedap pada saluran pembuangan dan tempat sampah. Dengan begitu, pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga menjadi lebih ramah lingkungan.

Praktik Langsung Diikuti Antusias Warga

Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi pelatihan berupa praktik langsung pembuatan eco enzyme. Ibu-ibu PKK Desa Mangunanlor tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari mencampur bahan hingga menyiapkan wadah fermentasi.

Para peserta juga aktif bertanya seputar proses fermentasi dan cara pemakaian eco enzyme setelah jadi nanti. Diskusi berlangsung dua arah antara mahasiswa dan warga.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan lewat pengelolaan sampah yang lebih baik. Program ini menjadi salah satu upaya nyata mengurangi timbunan sampah organik yang selama ini menjadi persoalan di tingkat desa.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks