KENDAL — Puluhan siswa kelas IX B MTs Muhammadiyah 3 Ngargosari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, mengikuti sesi edukasi energi terbarukan yang digelar mahasiswa KKN Giat 16 Universitas Negeri Semarang (UNNES), Selasa (21/7/2026).
Dalam paparannya, mahasiswa memperkenalkan empat jenis sumber energi ramah lingkungan: matahari, angin, air, dan biomassa. Materi ini sengaja disandingkan dengan energi fosil yang selama ini menjadi bahan bakar utama namun tidak bisa diperbarui.
Para siswa tidak hanya duduk mendengarkan. Mereka diajak memahami cara kerja panel surya dalam menghasilkan listrik serta bagaimana turbin angin dan aliran air bisa menjadi sumber energi alternatif yang berkelanjutan.
Mengapa Edukasi Ini Penting bagi Pelajar
Muthia Firda Amalia dan Muhammad Idrus, perwakilan mahasiswa KKN Giat 16 UNNES, menegaskan bahwa pengenalan energi hijau sejak dini adalah langkah strategis membangun kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan.
"Melalui kegiatan edukasi energi terbarukan ini, kami ingin mengajak siswa untuk mengenal sumber energi yang ramah lingkungan serta memahami pentingnya menggunakan energi secara bijak. Kami berharap pengetahuan yang diberikan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghemat listrik hingga meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan energi," ujar mereka.
Antusiasme Siswa saat Sesi Diskusi
Suasana kelas berubah hidup ketika sesi tanya jawab dimulai. Sejumlah siswa mengajukan pertanyaan seputar potensi pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan sekitar mereka, menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap materi yang baru pertama kali mereka terima secara mendalam.
Selain teori, mahasiswa juga memberi contoh praktis perilaku hemat energi yang bisa langsung diterapkan di rumah. Kebiasaan sederhana seperti mematikan lampu dan mencabut peralatan elektronik yang tidak dipakai menjadi pesan utama yang ditekankan.
Harapan untuk Generasi Sadar Energi
Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi para siswa untuk tumbuh menjadi generasi yang memahami pentingnya keberlanjutan energi. Dengan mengenal potensi sumber daya alam yang ada, mereka diharapkan mampu mengambil peran nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Langkah kecil yang dimulai dari rumah dan sekolah, seperti menghemat pemakaian listrik, dinilai mampu memberi dampak jangka panjang terhadap upaya transisi menuju energi bersih di Indonesia.